Langsung ke konten utama

Postingan

Menuju Baik itu Baik.

Dalam proses menuju baik, Allah tidak akan membiarkanmu berjalan dengan mulus. Ia akan memberikanmu kejutan-kejutan kecil yang jika kamu belum percaya benar akan kuasaNya pasti kamu tidak akan kuat. Aku menulis ini bukan berarti aku sudah baik, dan layak untuk dijadikan cermin, tentu tidak. aku hanya ingin menyampaikan pendapatku saja. Proses, itulah yang aku tegaskan pada tulisan ini. Karena proses adalah perjuangan yang tidak bisa di nilai dengan harta dan materi. proses berjuang,  berjuang untuk menjadi baik dimata Ia, cukup Dia yang menjadi saksi, tak bisa ku mengubah manusia untuk melihat aku dengan baik bahkan lebih baik. Cukup Dia yang tau betap jatuh dan tertatihnya aku dalam proses menuju istiqomah, yang jika kamu tau prosesnya itu adalah kenikmatan yang tidak bisa digambarka dengan kata-kata, (lagi) bukan berarti aku sudah bisa istiqomah, hehe tentu belum, jauh dari kata “sudah istiqomah” karena sejatinya pun sama, aku juga sedang  berproses menuju baik . Al...
Postingan terbaru

Sejak Saat itu.

Berawal dari pemilihan Ketua dan Wakil Ketua kelas kala itu, aku semakin yakin bahwa dialah yang ditetapkan olehNya untukku. Iya sebelum ini, tepatnya sembilan bulan sebelum pemilihan tersebut, ada yang memberitahuku tentangnya, mahasiswa pindahan dari kelas pagi. Pada saat itu ku berfikir untuk apa temanku memberitahukan tentang si mahasiswa ini kepadaku. Namun karena ku kurang peka jadi aku iyakan saja. Waktu berlalu hingga dua bulan perkenalan kami di dalam kelas, selama itu tidak ada interaksi antara kami, karena dia duduk dibarisan belakang dan aku duduk dibarisan depan. Kami hanya mengenal lewat absensi yang disebutkan oleh dosen.   Untuk pertama kalinya kami bertemu dan tukar cerita, ternyata dia lebih dari yang ku pikirkan, dia cerdas, sok asik, sedikit ramah dan cukup humoris. Pada hari itu ada seminar di dekat kampus kami, dia duduk di sebelahku, entah apa yang membuat kami duduk bersebelahan kala itu sampai kami tidak fokus mendengarkan seminar yang ada di depan ka...

Darinya, Sumber Manis.

Sepucuk Surat Online untuk Waliyyul Maukah kau berbagi denganku perihal caramu memandang dunia? Di matamu, banyak hal terbesit namun tak jua ku terka dengan baik. Di dalam tatap yang kau adopsi, ada jutaan tanya yang mengambang di hamparan gelap. Namun, bolehkah sejenak saja, aku singgah digaris senyum yang semesta hadirkan lewat sosokmu? Sebentar saja, bolehkah aku mendengar nada-nada terbaik yang mengisi relung dan redup terangmu? Malam ini saja, aku ingin singgah di pelosok rasamu tentang bagaimana langkahmu memaknai takdir yang hadir tanpa aba-aba. Bolehkah sedikit saja aku intip celah yang kau tutup dengan begitu rapat, ada apa di dalam sana? Berdiri di Pijakan Angkasa --Jakarta, Penghujung Agustus-- Hai bulan, Sinarmu terang malam ini Apa karna kau sedang bahagia? Hai bintang, Kau menghilang malam ini Apa karena kau sedang berduka? Duduk sini Akan ku ceritakan padamu Yang terjadi pada angkasa beberapa pekan terakhir Tentang gemerlap langit yang mengi...

Tebu dan Coklat.

Rasacoklat Rasacoklat itu pas. Dibilang manis, ga terlalu manis. Dibilang pahit juga engga, cuma sekadarnya. Rasacoklat itu bisa buat apa aja, Dalam konteks makanan dan minuman. Maksudnya? Hampir setiap makanan dan minuman manis itu butuh apa yg namanya "rasacoklat" Dan masih banyak lagi yang jadi hal mendasar kenapa bisa muncul sebutan itu. Kaitannya dengan kamu,  Hadirnya kamu di dunia saya yang seperti ini, itu pas.  Pada saat saya butuh manisnya kamu, itu saya dapat dan cukup. Begitupun ketika saya butuh pahitnya kamu,  dengan cara yang kamu punya, pun saya dapet sesuai dengan apa yang saya butuh. Banyak dari sekian orang yang butuh "rasacoklat" nya kamu. Tapi ga semua orang bisa dapetin itu dengan taste yg terbaik. Ga semua orang seberuntung saya yang bisa dapet "rasacoklat" itu. saya disini lebih beruntung,  Karena Allah masih terus ijabah do'a saya, Tanpa peduli seberapa sering saya lalai dalam ibad...

Mei 2017

Sesederhana Sajak Senin, Aku tak memaksamu ikut andil Aku hanya berdoa kepada sang Kuasa Tolong beri aku kejutan (apapun) Dan sang Kuasa memberikan dia Senin, Ini sudah terlalu cukup Aku ingin sudahi Kenapa sang Kuasa berkata lain Senin, Apapun itu Aku bersyukur atas keseluruhan dari sang Kuasa Dia adalah Maha baik Maka tak mungkin Dia ingkar Oleh sebabnya Aku  akan terus memohon pada-Nya Senin, Tetaplah seperti ini Sebab di selamu Aku menemukan tawa yang tulus Meski sakit yang tak berdarah saat ini                                     –Waliyyul- Rabu, Terimaksih telah datang Dengan sederhana dan murni Terlihat begitu menawan dan tulus Rabu, Semoga Senin, Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu Bisa sepertimu Cukup sederhana...

Teman Hidup

Saya butuh teman yang mengerti arti satu jam dalam diri saya. Saya membutuhkan teman yang bisa tau bahwa waktu saya hanya satu jam. Saya sangat membutuhkan teman yang tau akan artinya waktu. Tapi saya belum bisa melihat itu di kamu. Mungkin karena saya baru mengenali kamu. Memang, cinta tidak mengenal waktu, Tapi saya menjunjung tinggi sebuah proses Dimana setiap makhluk hidup bisa berubah dari waktu ke waktu Meski hanya sedikit. Oleh karenanya, Belum bukan berarti tidak bisa bukan? “saya belum bisa melihat itu di kamu” Itu lah yang saya ucap, Artinya kamu masih memiliki waktu untuk bisa merubah “belum” menjadi “sudah” Dengan proses yang mungkin sedikit membutuhkan sabar dan temannya. Entah harus berdamai dengan siapa lagi, Saya harap kamu bisa berusaha dan terus bersabar. Saya tidak menutup pintu untuk siapapun, Siapapun yang ingin berbuat baik, Berbuat baik karena ingin mendapat ridho Ilahi Rabbi Semoganya, Kamu terus berkomitmen dalam...

Dan sudah.

Prolog Dan ku putuskan untuk memberitahunya, aku rasa aku harus jujur. aku gak bisa kayak gini, ini menyakitkan aku sudah terlalu memasukkan kedalam hati. akhirnya ku putuskan untuk menghubunginya, menghubungi nomor telpon yang sudah dia kasih kemarin saat tau kabar axandra sakit. aku bingung harus mulai dari mana untuk ,memberitahu semuanya ini, tapi aku harus melakukannya aku merasa telah berdosa entah berdosa kepada siapa atas ini semua. setelah kuputuskan untuk menghubunginya, kenapa aku bingung? kenapa dia gak marah? kenapa dia tertawa? heh kok disini aku yang merasa bodoh kenapa dia fun fun aja merasa tidak punya masalah aku sudah setengah mati memikirkan kalimat untuk tidak menyinggungnya kenapa dia malah ketawa? sungguh ini menjengkelkan SATU pagi itu kuputuskan untuk mendownload lagu-lagu yang kuinginkan,          karena kuota pagi masih sangat banyak pada saat itu jadi ku putuskan pula untuk mengupdate aplikasi yang ...