Dalam proses menuju baik, Allah tidak akan membiarkanmu berjalan dengan mulus. Ia akan memberikanmu kejutan-kejutan kecil yang jika kamu belum percaya benar akan kuasaNya pasti kamu tidak akan kuat. Aku menulis ini bukan berarti aku sudah baik, dan layak untuk dijadikan cermin, tentu tidak. aku hanya ingin menyampaikan pendapatku saja. Proses, itulah yang aku tegaskan pada tulisan ini. Karena proses adalah perjuangan yang tidak bisa di nilai dengan harta dan materi. proses berjuang, berjuang untuk menjadi baik dimata Ia, cukup Dia yang menjadi saksi, tak bisa ku mengubah manusia untuk melihat aku dengan baik bahkan lebih baik. Cukup Dia yang tau betap jatuh dan tertatihnya aku dalam proses menuju istiqomah, yang jika kamu tau prosesnya itu adalah kenikmatan yang tidak bisa digambarka dengan kata-kata, (lagi) bukan berarti aku sudah bisa istiqomah, hehe tentu belum, jauh dari kata “sudah istiqomah” karena sejatinya pun sama, aku juga sedang berproses menuju baik . Al...
Berawal dari pemilihan Ketua dan Wakil Ketua kelas kala itu, aku semakin yakin bahwa dialah yang ditetapkan olehNya untukku. Iya sebelum ini, tepatnya sembilan bulan sebelum pemilihan tersebut, ada yang memberitahuku tentangnya, mahasiswa pindahan dari kelas pagi. Pada saat itu ku berfikir untuk apa temanku memberitahukan tentang si mahasiswa ini kepadaku. Namun karena ku kurang peka jadi aku iyakan saja. Waktu berlalu hingga dua bulan perkenalan kami di dalam kelas, selama itu tidak ada interaksi antara kami, karena dia duduk dibarisan belakang dan aku duduk dibarisan depan. Kami hanya mengenal lewat absensi yang disebutkan oleh dosen. Untuk pertama kalinya kami bertemu dan tukar cerita, ternyata dia lebih dari yang ku pikirkan, dia cerdas, sok asik, sedikit ramah dan cukup humoris. Pada hari itu ada seminar di dekat kampus kami, dia duduk di sebelahku, entah apa yang membuat kami duduk bersebelahan kala itu sampai kami tidak fokus mendengarkan seminar yang ada di depan ka...