Langsung ke konten utama

Teman Hidup

Saya butuh teman yang mengerti arti satu jam dalam diri saya.
Saya membutuhkan teman yang bisa tau bahwa waktu saya hanya satu jam.
Saya sangat membutuhkan teman yang tau akan artinya waktu.
Tapi saya belum bisa melihat itu di kamu.
Mungkin karena saya baru mengenali kamu.
Memang, cinta tidak mengenal waktu,
Tapi saya menjunjung tinggi sebuah proses
Dimana setiap makhluk hidup bisa berubah dari waktu ke waktu
Meski hanya sedikit.

Oleh karenanya,
Belum bukan berarti tidak bisa bukan?
“saya belum bisa melihat itu di kamu”
Itu lah yang saya ucap,
Artinya kamu masih memiliki waktu untuk bisa merubah “belum” menjadi “sudah”
Dengan proses yang mungkin sedikit membutuhkan sabar dan temannya.

Entah harus berdamai dengan siapa lagi,
Saya harap kamu bisa berusaha dan terus bersabar.
Saya tidak menutup pintu untuk siapapun,
Siapapun yang ingin berbuat baik,
Berbuat baik karena ingin mendapat ridho Ilahi Rabbi

Semoganya,
Kamu terus berkomitmen dalam ke-konsisten-an
Tetap istiqomah untuk melakukan hal baik,
Jika terasa amat sulit,
Mohon lihatlah ke bawah, karena ada banyak yang lebih sulit dari kamu
Dan boleh sesekali kamu melihat ke atas,
Karena pasti kamu akan melihat perbedaan mereka mensyukuri nikmat-Nya

Doa saya adalah,


“semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu di manapun dan kapanpun”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darinya, Sumber Manis.

Sepucuk Surat Online untuk Waliyyul Maukah kau berbagi denganku perihal caramu memandang dunia? Di matamu, banyak hal terbesit namun tak jua ku terka dengan baik. Di dalam tatap yang kau adopsi, ada jutaan tanya yang mengambang di hamparan gelap. Namun, bolehkah sejenak saja, aku singgah digaris senyum yang semesta hadirkan lewat sosokmu? Sebentar saja, bolehkah aku mendengar nada-nada terbaik yang mengisi relung dan redup terangmu? Malam ini saja, aku ingin singgah di pelosok rasamu tentang bagaimana langkahmu memaknai takdir yang hadir tanpa aba-aba. Bolehkah sedikit saja aku intip celah yang kau tutup dengan begitu rapat, ada apa di dalam sana? Berdiri di Pijakan Angkasa --Jakarta, Penghujung Agustus-- Hai bulan, Sinarmu terang malam ini Apa karna kau sedang bahagia? Hai bintang, Kau menghilang malam ini Apa karena kau sedang berduka? Duduk sini Akan ku ceritakan padamu Yang terjadi pada angkasa beberapa pekan terakhir Tentang gemerlap langit yang mengi...

Tak Berwujud

Hujan di Bandung seakan membuatku betah disini.. Kelembapan udaranya membuatku sejuk Entah sudah berapa detik yang aku keluarkan hanya untuk melamun Aku benci menunggu Khawatir itu menyakitkan Berharap pada sesuatu yang tidak pasti pun seperti membiarkan diri di tabrak ombak Ini apa? Diri yang tak berwujud saja bisa menggoreskan luka Meski hanya dengan menunggu khawatir dan berharap Lalu apa arti semua ini? Bisakah kau menterjemahkan untukku?                                                                                             -Waliyyul 2016-

Pertama

Susah untuk mengerti rencana yang sudah di atur oleh Allah. terkadang kita harus emosi dan tidak pernah berpikir panjang. Namun setelah disadari malah selalu kata 'penyesalan' yang keluar dari mulut ini. mungkin aku adalah salah satu dari kebanyakan orang, yang jarang bersyukur ketika Allah beri nikmat, dan selalu mengeluh ketika diberi kesusahan. dan menyesal setelah menyadarinya. padahal banyak teman-teman lain yang sedang membutuhkan apa yang sedang kita buang dulu kita punya ya contohnya pacar gitu hahaha "loh kok jadi ke pacar?!" mungkin banyak teman yang butuh bekas pacar kita hehe "BECANDA INI OKE? JANGAN BAPER PLEASE.... OKE BAGUS" iya, coba deh lihat di sekeliling kita, masih banyak banget orang yang 'lebih membutuhkan' di banding kita. mungkin yang terlintas dipikiran kita adalah orang miskin yang tidak punya rumah, atau yang pakaiannya kotor atau sebagainya. itu yang terlihat di luarnya. belum tentu yang di dalam terlihat menyedihkan...