Langsung ke konten utama

Mei 2017

Sesederhana Sajak


Senin,
Aku tak memaksamu ikut andil
Aku hanya berdoa kepada sang Kuasa
Tolong beri aku kejutan
(apapun)
Dan sang Kuasa memberikan dia

Senin,
Ini sudah terlalu cukup
Aku ingin sudahi
Kenapa sang Kuasa berkata lain

Senin,
Apapun itu
Aku bersyukur atas keseluruhan dari sang Kuasa
Dia adalah Maha baik
Maka tak mungkin Dia ingkar
Oleh sebabnya
Aku  akan terus memohon pada-Nya

Senin,
Tetaplah seperti ini
Sebab di selamu
Aku menemukan tawa yang tulus
Meski sakit yang tak berdarah saat ini                                  
  –Waliyyul-




Rabu,
Terimaksih telah datang
Dengan sederhana dan murni
Terlihat begitu menawan dan tulus

Rabu,
Semoga Senin, Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu
Bisa sepertimu
Cukup sederhana namun sangat berkesan
Manis dan lembut

Rabu,
Izinkan aku mengenang ini
Cerita seukir pasir
Tak apa hilang
Yang penting aku senang

 -Waliyyul-




Lagi,
Ku bertemu dengannya .
kamis lebih indah
dan sungguh,
semakin merona pipi ini
 -Waliyyul-




Minggu,
kamu memang tak seindah Senin, Rabu atau bahkan kamis
tapi kamu lebih baik dari mereka
terimakasih.
lagi,
tanpa ku pinta
kabar itu tersaji,
aku bersyukur :)
 -Waliyyul-




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darinya, Sumber Manis.

Sepucuk Surat Online untuk Waliyyul Maukah kau berbagi denganku perihal caramu memandang dunia? Di matamu, banyak hal terbesit namun tak jua ku terka dengan baik. Di dalam tatap yang kau adopsi, ada jutaan tanya yang mengambang di hamparan gelap. Namun, bolehkah sejenak saja, aku singgah digaris senyum yang semesta hadirkan lewat sosokmu? Sebentar saja, bolehkah aku mendengar nada-nada terbaik yang mengisi relung dan redup terangmu? Malam ini saja, aku ingin singgah di pelosok rasamu tentang bagaimana langkahmu memaknai takdir yang hadir tanpa aba-aba. Bolehkah sedikit saja aku intip celah yang kau tutup dengan begitu rapat, ada apa di dalam sana? Berdiri di Pijakan Angkasa --Jakarta, Penghujung Agustus-- Hai bulan, Sinarmu terang malam ini Apa karna kau sedang bahagia? Hai bintang, Kau menghilang malam ini Apa karena kau sedang berduka? Duduk sini Akan ku ceritakan padamu Yang terjadi pada angkasa beberapa pekan terakhir Tentang gemerlap langit yang mengi...

Tak Berwujud

Hujan di Bandung seakan membuatku betah disini.. Kelembapan udaranya membuatku sejuk Entah sudah berapa detik yang aku keluarkan hanya untuk melamun Aku benci menunggu Khawatir itu menyakitkan Berharap pada sesuatu yang tidak pasti pun seperti membiarkan diri di tabrak ombak Ini apa? Diri yang tak berwujud saja bisa menggoreskan luka Meski hanya dengan menunggu khawatir dan berharap Lalu apa arti semua ini? Bisakah kau menterjemahkan untukku?                                                                                             -Waliyyul 2016-

Pertama

Susah untuk mengerti rencana yang sudah di atur oleh Allah. terkadang kita harus emosi dan tidak pernah berpikir panjang. Namun setelah disadari malah selalu kata 'penyesalan' yang keluar dari mulut ini. mungkin aku adalah salah satu dari kebanyakan orang, yang jarang bersyukur ketika Allah beri nikmat, dan selalu mengeluh ketika diberi kesusahan. dan menyesal setelah menyadarinya. padahal banyak teman-teman lain yang sedang membutuhkan apa yang sedang kita buang dulu kita punya ya contohnya pacar gitu hahaha "loh kok jadi ke pacar?!" mungkin banyak teman yang butuh bekas pacar kita hehe "BECANDA INI OKE? JANGAN BAPER PLEASE.... OKE BAGUS" iya, coba deh lihat di sekeliling kita, masih banyak banget orang yang 'lebih membutuhkan' di banding kita. mungkin yang terlintas dipikiran kita adalah orang miskin yang tidak punya rumah, atau yang pakaiannya kotor atau sebagainya. itu yang terlihat di luarnya. belum tentu yang di dalam terlihat menyedihkan...