Langsung ke konten utama

Dan sudah.

Prolog

Dan ku putuskan untuk memberitahunya, aku rasa aku harus jujur. aku gak bisa kayak gini, ini menyakitkan aku sudah terlalu memasukkan kedalam hati. akhirnya ku putuskan untuk menghubunginya, menghubungi nomor telpon yang sudah dia kasih kemarin saat tau kabar axandra sakit.
aku bingung harus mulai dari mana untuk ,memberitahu semuanya ini, tapi aku harus melakukannya aku merasa telah berdosa entah berdosa kepada siapa atas ini semua.
setelah kuputuskan untuk menghubunginya,
kenapa aku bingung?
kenapa dia gak marah?
kenapa dia tertawa?
heh
kok disini aku yang merasa bodoh
kenapa dia fun fun aja merasa tidak punya masalah
aku sudah setengah mati memikirkan kalimat untuk tidak menyinggungnya
kenapa dia malah ketawa?
sungguh ini menjengkelkan


SATU

pagi itu kuputuskan untuk mendownload lagu-lagu yang kuinginkan,          karena kuota pagi masih sangat banyak pada saat itu jadi ku putuskan pula untuk mengupdate aplikasi yang ada di handpone ku, berawal dari keisengan ku carilah aplikasi semacam chatting gitu, nah ketemu "nah, kayknya ini seru nih" sambil membenarkan posisi tidurku di tempat tidur. aku ikuti semua persyaratan agar bisa login di aplikasi tersebut, dan akhirnya berhasih "yes jadi" ucapku. tapi aku masih bingung bagaimana cara memaainkannya, iseng lah ambil foto yang kuanggap lumayan pas untuk di pajang. sekali lagi aku perjelas bahwa ini hanya iseng aku tidak bermaksud untuk melukai dan di lukai, meskipun pada akhirnya nanti aku akan menerima suatu resiko, but its oke no problem aku akan tinggal uninstal aplikasi ini, mudah.

setelah ku upload foto dan data diri, ternyata respon teman-teman disana cukup ramah, banyak yang mengirim permintaan pertemanan dan nge-chat aku. lama-lama aku bisa menguasai aplikasi tersebut. jam sudah menunjukkan pukul 7, waktu itu malam minggu dan hujan. kebetulan di rumah sedang tidak ada orang, jadi aku bisa main handpone sepuasnya hehe..

"hai, axandra apa kabar?"
"hai salam kenal ya?"
"



ya, nama yang terlihat di display tersebut Gusti, sejak awal dia ngechat, hanya dia yang berbeda tapi Xandra tidak terlalu menggubris itu, karena dia sibuk membalas chat yang lain dan sudah terlalu asik dengan aplikasi itu jadi dia lupa.

"kalau ngilang satu pasti gak akan berasa kan?" tulisnya
"maksudnya?"
"iya kalau aku gak ngechat gak apa-apakan? kan masih banyak yang mau chat sama kamu?
"hahaha yailah biasa aja kali, kenapa harus ngilang gitu?"

-Bersambung-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darinya, Sumber Manis.

Sepucuk Surat Online untuk Waliyyul Maukah kau berbagi denganku perihal caramu memandang dunia? Di matamu, banyak hal terbesit namun tak jua ku terka dengan baik. Di dalam tatap yang kau adopsi, ada jutaan tanya yang mengambang di hamparan gelap. Namun, bolehkah sejenak saja, aku singgah digaris senyum yang semesta hadirkan lewat sosokmu? Sebentar saja, bolehkah aku mendengar nada-nada terbaik yang mengisi relung dan redup terangmu? Malam ini saja, aku ingin singgah di pelosok rasamu tentang bagaimana langkahmu memaknai takdir yang hadir tanpa aba-aba. Bolehkah sedikit saja aku intip celah yang kau tutup dengan begitu rapat, ada apa di dalam sana? Berdiri di Pijakan Angkasa --Jakarta, Penghujung Agustus-- Hai bulan, Sinarmu terang malam ini Apa karna kau sedang bahagia? Hai bintang, Kau menghilang malam ini Apa karena kau sedang berduka? Duduk sini Akan ku ceritakan padamu Yang terjadi pada angkasa beberapa pekan terakhir Tentang gemerlap langit yang mengi...

Tak Berwujud

Hujan di Bandung seakan membuatku betah disini.. Kelembapan udaranya membuatku sejuk Entah sudah berapa detik yang aku keluarkan hanya untuk melamun Aku benci menunggu Khawatir itu menyakitkan Berharap pada sesuatu yang tidak pasti pun seperti membiarkan diri di tabrak ombak Ini apa? Diri yang tak berwujud saja bisa menggoreskan luka Meski hanya dengan menunggu khawatir dan berharap Lalu apa arti semua ini? Bisakah kau menterjemahkan untukku?                                                                                             -Waliyyul 2016-

Pertama

Susah untuk mengerti rencana yang sudah di atur oleh Allah. terkadang kita harus emosi dan tidak pernah berpikir panjang. Namun setelah disadari malah selalu kata 'penyesalan' yang keluar dari mulut ini. mungkin aku adalah salah satu dari kebanyakan orang, yang jarang bersyukur ketika Allah beri nikmat, dan selalu mengeluh ketika diberi kesusahan. dan menyesal setelah menyadarinya. padahal banyak teman-teman lain yang sedang membutuhkan apa yang sedang kita buang dulu kita punya ya contohnya pacar gitu hahaha "loh kok jadi ke pacar?!" mungkin banyak teman yang butuh bekas pacar kita hehe "BECANDA INI OKE? JANGAN BAPER PLEASE.... OKE BAGUS" iya, coba deh lihat di sekeliling kita, masih banyak banget orang yang 'lebih membutuhkan' di banding kita. mungkin yang terlintas dipikiran kita adalah orang miskin yang tidak punya rumah, atau yang pakaiannya kotor atau sebagainya. itu yang terlihat di luarnya. belum tentu yang di dalam terlihat menyedihkan...