Langsung ke konten utama

Tebu dan Coklat.

Rasacoklat

Rasacoklat itu pas.
Dibilang manis, ga terlalu manis.
Dibilang pahit juga engga, cuma sekadarnya.
Rasacoklat itu bisa buat apa aja,
Dalam konteks makanan dan minuman.
Maksudnya? Hampir setiap makanan dan minuman manis itu butuh apa yg namanya "rasacoklat"
Dan masih banyak lagi yang jadi hal mendasar kenapa bisa muncul sebutan itu.

Kaitannya dengan kamu, 
Hadirnya kamu di dunia saya yang seperti ini, itu pas. 
Pada saat saya butuh manisnya kamu, itu saya dapat dan cukup.
Begitupun ketika saya butuh pahitnya kamu, 
dengan cara yang kamu punya,
pun saya dapet sesuai dengan apa yang saya butuh.
Banyak dari sekian orang yang butuh "rasacoklat" nya kamu.
Tapi ga semua orang bisa dapetin itu dengan taste yg terbaik.
Ga semua orang seberuntung saya yang bisa dapet "rasacoklat" itu.


saya disini lebih beruntung, 
Karena Allah masih terus ijabah do'a saya,
Tanpa peduli seberapa sering saya lalai dalam ibadah 
Dan seberapa banyak dosa saya.

2 Oktober 2017
-Mas Tebu-




Tebu

Dia semanis tebu,
Alami,
Memang terasa sangat manis, namun ia manis yang murni.
Ku suka.
Tidak membuat gatal di tenggorokkan
Tidak menimbulkan sakit,
Malah mengobati rasa dehidrasi
Itu fungsi tebu.

Dan dia,
Memberi semangat yang positif
Dia terlihat sangat manis, namun manis yang baik
Terkadang pipi ini sampai memerah
Karena rasa manis yang ia berikan

Iya, dia semanis tebu
Dia mas tebu.

5 Oktober 2017
-Rasacoklat-




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darinya, Sumber Manis.

Sepucuk Surat Online untuk Waliyyul Maukah kau berbagi denganku perihal caramu memandang dunia? Di matamu, banyak hal terbesit namun tak jua ku terka dengan baik. Di dalam tatap yang kau adopsi, ada jutaan tanya yang mengambang di hamparan gelap. Namun, bolehkah sejenak saja, aku singgah digaris senyum yang semesta hadirkan lewat sosokmu? Sebentar saja, bolehkah aku mendengar nada-nada terbaik yang mengisi relung dan redup terangmu? Malam ini saja, aku ingin singgah di pelosok rasamu tentang bagaimana langkahmu memaknai takdir yang hadir tanpa aba-aba. Bolehkah sedikit saja aku intip celah yang kau tutup dengan begitu rapat, ada apa di dalam sana? Berdiri di Pijakan Angkasa --Jakarta, Penghujung Agustus-- Hai bulan, Sinarmu terang malam ini Apa karna kau sedang bahagia? Hai bintang, Kau menghilang malam ini Apa karena kau sedang berduka? Duduk sini Akan ku ceritakan padamu Yang terjadi pada angkasa beberapa pekan terakhir Tentang gemerlap langit yang mengi...

Tak Berwujud

Hujan di Bandung seakan membuatku betah disini.. Kelembapan udaranya membuatku sejuk Entah sudah berapa detik yang aku keluarkan hanya untuk melamun Aku benci menunggu Khawatir itu menyakitkan Berharap pada sesuatu yang tidak pasti pun seperti membiarkan diri di tabrak ombak Ini apa? Diri yang tak berwujud saja bisa menggoreskan luka Meski hanya dengan menunggu khawatir dan berharap Lalu apa arti semua ini? Bisakah kau menterjemahkan untukku?                                                                                             -Waliyyul 2016-

Pertama

Susah untuk mengerti rencana yang sudah di atur oleh Allah. terkadang kita harus emosi dan tidak pernah berpikir panjang. Namun setelah disadari malah selalu kata 'penyesalan' yang keluar dari mulut ini. mungkin aku adalah salah satu dari kebanyakan orang, yang jarang bersyukur ketika Allah beri nikmat, dan selalu mengeluh ketika diberi kesusahan. dan menyesal setelah menyadarinya. padahal banyak teman-teman lain yang sedang membutuhkan apa yang sedang kita buang dulu kita punya ya contohnya pacar gitu hahaha "loh kok jadi ke pacar?!" mungkin banyak teman yang butuh bekas pacar kita hehe "BECANDA INI OKE? JANGAN BAPER PLEASE.... OKE BAGUS" iya, coba deh lihat di sekeliling kita, masih banyak banget orang yang 'lebih membutuhkan' di banding kita. mungkin yang terlintas dipikiran kita adalah orang miskin yang tidak punya rumah, atau yang pakaiannya kotor atau sebagainya. itu yang terlihat di luarnya. belum tentu yang di dalam terlihat menyedihkan...