Langsung ke konten utama

Prayer..

    Teruntuk orang yang aku sayangi dan sekarang memang belum ku temui,
Semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu hingga kita bertemu dan berpisah karena-Nya..
Alhamdulillah aku masih dipercaya untuk menjaga tubuh ini dengan baik, meskipun sering diri ini melukai tubuh yang dititipkan. Alhamdulillah, Allah masih memberi akal dan pikiran sehingga bisa terhidar dari pikiran kotor dan tetap berusaha berpikiran jernih, Alhamdulillah diberikan tubuh yang sehat dan sempurna, meski tak luput dari kegiatan yang selalu membuat tubuh ini sakit. Alhamdulillah hingga detik ini amanat itu masih tetap terjaga.

Untukmu yang sedang merapikan diri karena Allah,
semoga kita dipertemukkan di tempat yang baik, dengan suasana yang baik, di lihat oleh orang baik, dan di saksikan oleh orang yang baik. Semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu di manapun dan kapan pun. Jagalah dirimu, hatimu dan iman mu ini dengan baik, kapan pun dan dimanapun ingatlah Allah selalu bersama kita bahkan lebih dekat dari urat nadi kita, percayalah Allah akan mempertemukan kita di waktu yang baik pula. Tetaplah mantapkan diri dan jaga hati, siapapun yang datang menghampirimu semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu di manapun dan kapanpun.


Mungkin aku sangat rindu akan dirimu, tapi mungkin juga diri ini “belum baik” sehingga kita belum bertemu, maka aku akan selalu meperbaiki diri ku agar aku bisa bertemu denganmu yang sekarang juga sedang memperbaiki diri. Tetaplah pada jalanNya, jangan bosan untuk selalu bersabar, semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu di manapun dan kapanpun.
Aamiin...



-Waliyyul 2016-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Darinya, Sumber Manis.

Sepucuk Surat Online untuk Waliyyul Maukah kau berbagi denganku perihal caramu memandang dunia? Di matamu, banyak hal terbesit namun tak jua ku terka dengan baik. Di dalam tatap yang kau adopsi, ada jutaan tanya yang mengambang di hamparan gelap. Namun, bolehkah sejenak saja, aku singgah digaris senyum yang semesta hadirkan lewat sosokmu? Sebentar saja, bolehkah aku mendengar nada-nada terbaik yang mengisi relung dan redup terangmu? Malam ini saja, aku ingin singgah di pelosok rasamu tentang bagaimana langkahmu memaknai takdir yang hadir tanpa aba-aba. Bolehkah sedikit saja aku intip celah yang kau tutup dengan begitu rapat, ada apa di dalam sana? Berdiri di Pijakan Angkasa --Jakarta, Penghujung Agustus-- Hai bulan, Sinarmu terang malam ini Apa karna kau sedang bahagia? Hai bintang, Kau menghilang malam ini Apa karena kau sedang berduka? Duduk sini Akan ku ceritakan padamu Yang terjadi pada angkasa beberapa pekan terakhir Tentang gemerlap langit yang mengi...

Tak Berwujud

Hujan di Bandung seakan membuatku betah disini.. Kelembapan udaranya membuatku sejuk Entah sudah berapa detik yang aku keluarkan hanya untuk melamun Aku benci menunggu Khawatir itu menyakitkan Berharap pada sesuatu yang tidak pasti pun seperti membiarkan diri di tabrak ombak Ini apa? Diri yang tak berwujud saja bisa menggoreskan luka Meski hanya dengan menunggu khawatir dan berharap Lalu apa arti semua ini? Bisakah kau menterjemahkan untukku?                                                                                             -Waliyyul 2016-

Pertama

Susah untuk mengerti rencana yang sudah di atur oleh Allah. terkadang kita harus emosi dan tidak pernah berpikir panjang. Namun setelah disadari malah selalu kata 'penyesalan' yang keluar dari mulut ini. mungkin aku adalah salah satu dari kebanyakan orang, yang jarang bersyukur ketika Allah beri nikmat, dan selalu mengeluh ketika diberi kesusahan. dan menyesal setelah menyadarinya. padahal banyak teman-teman lain yang sedang membutuhkan apa yang sedang kita buang dulu kita punya ya contohnya pacar gitu hahaha "loh kok jadi ke pacar?!" mungkin banyak teman yang butuh bekas pacar kita hehe "BECANDA INI OKE? JANGAN BAPER PLEASE.... OKE BAGUS" iya, coba deh lihat di sekeliling kita, masih banyak banget orang yang 'lebih membutuhkan' di banding kita. mungkin yang terlintas dipikiran kita adalah orang miskin yang tidak punya rumah, atau yang pakaiannya kotor atau sebagainya. itu yang terlihat di luarnya. belum tentu yang di dalam terlihat menyedihkan...